Ketukan pintu terdengar pada dini hari yang dingin. Furina menendang selimutnya ke lantai. Dengan matanya masih terasa seberat dosa Egeria, ia meraba dinding untuk menghampiri pintu depan.
"Iya, ini kediaman Furina. Bisa tolong kardusnya dibawa masuk, pak?"
Ketukan pintu terdengar pada dini hari yang dingin. Furina menendang selimutnya ke lantai. Dengan matanya masih terasa seberat dosa Egeria, ia meraba dinding untuk menghampiri pintu depan.
"Iya, ini kediaman Furina. Bisa tolong kardusnya dibawa masuk, pak?"
Ketukan pintu terdengar pada dini hari yang dingin. Furina menendang selimutnya ke lantai. Dengan matanya masih terasa seberat dosa Egeria, ia meraba dinding untuk menghampiri pintu depan.
"Iya, ini kediaman Furina. Bisa tolong kardusnya dibawa masuk, pak?"